Pada pekan pertama masuk sekolah, komunitas Tunas Muda International School (Kedoya dan Meruya) mengadakan Religous Service dengan tema “By Being Positive, We Are Always Renewed”. Di Kedoya, Religious Service dihadiri oleh seluruh siswa kelas 1-6 SD, beserta orang-tua murid, guru dan karyawan. Sedang di Meruya, hadir siswa kelas 1-12 (SD, SMP, SMA). Sesuai agama masing-masing (Islam, Katolik, Protestan, dan Buddha), acara berlangsung hikmat.
Murid-murid Katolik mengikuti perayaan Ekaristi, dipimpin oleh Rm. Widiatmoko CP. Romo mengajak setiap orang untuk menum-buhkembangkan hal-hal positif dalam hidup sehari-hari. Romo juga menyebut nama sekolah “Tunas Muda” sebagai sesuatu yang mengandung makna “harapan”. Sekolah ini memiliki harapan bahwa siswa-nya akan terus bertumbuh, terutama dalam hal-hal positif.
Pdt. Sam selaku Pelayan Firman bagi komunitas Kristen Protestan, mengangkat kisah perjalanan pelayanan Petrus yang bangga terpilih sebagai murid Yesus.
Kelompok muslim membuat beberapa kegiatan yang diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran. Selanjutnya ada pembacaan doa sehari-hari dan artinya, pembacaan puisi berjudul “Doa Seorang Hamba Di Pagi Subuh”, dan penampilan nasyid “Give Thanks to Allah”. Puncak acaranya adalah tausiyah yang dibawakan oleh bapak Nur Arif, S.E., berisi tentang wujud dan hikmah dari berperilaku positif yang membuat kita menjadi pribadi muslim yang selalu bersyukur dan bertakwa kepada Allah swt. Acara diakhiri dengan games Islami.
Mereka yang beragama Buddha (Kedoya dan Meruya) menyatu mendengar-kan indahnya Dhamma ajaran Sang Buddha. Bhikkhu Aggadipo menyampaikan pesan: ”Kita harus selalu menjaga pikiran kita untuk positif karena dengan pikiran positif kita bisa melihat segala sesuatu dengan baik dan jelas. Sehingga ketika kita mempunyai masalah dengan keluarga/guru/ teman, kita tidak langsung marah-marah dan membenci mereka. Sang Buddha mengatakan tentang pikiran positif dalam suatu syair: “Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya”.
Religion Team








